Rabu, 22 Februari 2017

Tipe Data, Variabel, Operator Pada Pemrograman Desktop

Tipe Data, Variabel dan Operator Pada Visual Basic

1. Type Data
Microsoft Visual Basic, menyediakan tipe data seperti ini :








Penggunaan Tipe Data Variant
Jika di dalam suatu program tidak mendeklarasikab suatu variabel, tetapi langsung memakainya, maka variabel yang dipakai akan nertipe variant. Tipe data variant dapat dipakai untuk menampung data null, error, dan seluruh file data lain, misalnya boolean, numerik, string, objek, aray. Oleh karena itu penggunaannya haruslah sangat selektif, karena selain tidak memberikan kepastian tentang jenis dara yang dikandungnya, juga memerlukan byte memory lebih banyak.

Tipe Data Buatan Sendiri
Dalam Microsoft Visual Basic kita dapat membuat sendiri tipe data baru dengan mengambil salah satu atau beberapa tipe standar yang disediakan. Misalnya pada penanganan database, sering diperlukan variabel yang dapat menampung 1 record data. Record data tersebut terdiri dari dari beberapa tipe data yang berbeda, misalnya record mahasiswa dapat terdiri tipe data string untuk menampung data NPM, nama, alamat, kota, tanggal lahir. Record data Mahasiswa semacam ini disebut tipe data terstruktur.
Penulisan umum tipe data buatan sendiri adalah sebagai berikut :

Private Type NamaTipeData
................
End Type
atau


Public Type NamaTipeData
...............
End Type


2. Variabel
Variabel adalah suatu tempat dalam memory komputer yang diberi nama (sebagai pengenal) dan dialokasikan untuk menampung data, sesuai data yang ditampung, variabel harus mempunyai tipe data yang sesuai dengan isinya. Kita dapat menggunakan dua cara untuk memberi tahu MSVisual Basic tentang tipe variabel dan nama variabel yang akan dipakai.

Cara pertama adalah menggunakan perintah DIM untuk mendeklarasikan nama variabel beserta tipe datanya pada awal prosedur, seperti contoh dibawah ini.


Dim nama As String
Dim Alamat As String * 36
Dim Gaji As Long

Pernyataan DIM diatas disebut Deklarasi Eksplisit dan menyebabkan MSVisual Basic mengalokasikan memory sesuai dengan nama dan tipe yang diinginkan sehingga variabel dan tipe variabel yang digunakan terkontrol.
Cara kedua Deklarasi Implisit seperti contoh dibawah ini :


Nama$ = “Ahmad Lukman Nulhakim”
Alamat$ = “Jl. Sambongjaya 103 B”
Gaji& = 500000
Deklarasi implisit ini membuat MSVisual Basic mengalokasikan nama variabel berikut tipenya dan langsung mengisi nilai variabelnya. Cara yang dianjurkan adalah cara pertama (Deklarasi Eksplisit dengan menuliskan DIM) karena lebih terencana dan terkontrol.


Nama Variabel
Dalam menggunakan nama variabel, sebaiknya digunakan nama variabel yang sesuai dengan dara yang dikandungnya data yang mudah diingat(singkat dan jelas). Misalnya NamaMhs, Alamat, TglLahir dan lain lain. Penulisan huruf besar dan kecilnya diatur biar lebih mudah dibaca. Kita tidak perlu mengkhawatirkan konsistensi penulisan besar dan kecilnya, karena MSVisual Basic akan otomatis menjaga konsistensi penulisannya.

Menuliskan DIM NamaMhs, maka pada saat kita menulis dalam bada program nama variabel namamhs, akan diubah secara otomatis oleh MSVisual Basic menjadi NamaMhs. Beberapa peraturan yang berlaku pada penggunaan nama variabel adalah sebagai berikut :

  1. Harus dimulai dari karakter Alfabet (Huruf)
  2. Harus Unique (Tidak boleh ada yang sama) pada ruang lingkup (Scope) variabel yang sama.
  3. Maksimum 255 karakter, tetapi hanya 40 karakter pertama yang dianggap sebagai nama variabelnya (Karakter ke41 dan seterusnya diabaikan)
  4. Beberapa karakter tidak diperbolehkan dipakai, misalnya karakter yang dipakai operator ( +, , *, /, <, > dan lain – lain), titik dua, titik koma dan lain – lain.
Ruang Lingkup Variabel
Ruang lingkup variabel (variabel scope) adalah ruang lingkup atau daerah dimana variabel yang dibuat dikenal (dapat dipakai). Ruang lingkup variabel biasanya juga berhubungan dengan umur (waktu hidup) variabel. Ada variabel yang dapat dikenal di seluruh bagian program (proyek) dan hidup selama program berjalan, ada variabel yang hanya dikenal di prosedure atau fungsi tempat variabel tersebut dibuat dan hidupnya hanya prosedure atau fungsi tersebut berjalan.

Ruang lingkup paling dalam adalah ruang lingkup prosedure. Jika mendeklarasikan secara eksplisit suatu variabel didalam suatu prosedure dengan perintah DIM, Private atau Static, maka variabel yang dideklarasikan mempunyai ruang lingkup prosedure, artinya variabel tersebut hanya dikenal dan dapat dipakai pada prosedure yang bersangkutan. Jadi persifat Local pada procedure itu. Jika pada prosedure lain atau pada level diatanya (Form atau Modul) mempunyai variabel dengan nama yang sama, maka tidak saling mengganggu.

3. Operator
Untuk melakulan berbagai manipulasi dan pengolahan data, Visual Basic 6.0 menyediakan bermacam-macam operator.

Operator Penugasan
Operator penugasan disimbolkan dengan tanda sama dengan dan berfungsi untuk memasukan suatu data ke dalam suatu variabel. Penulisannya adalah :


<variabel> = <ekpresi>

Contoh :

Bilangan = 0
Harga = 500

Operator Aritmatika
Digunakan untuk melakukan operasi aritmatika. Operator aritmatika mempunyai hirarki paling tinggi dibandingkan dengan operator yang lain, yaitu operator pembanding dan operator logika. Operator aritmatika dengan hirarki paling tinggi ke paling rendah adalah sebagai berikut :




Operator Pembanding
Operator pembanding digunakan utuk membandingkan suatu data (ekpresi) dengan data (ekpresi) lain dan menghasilkan nilai logika (boolean) benar atau salah. Dengan syarat antara dua data yang dibandingkan harus mempunyai tipe data yang sama. Berikut adalah tabel operator pembanding :




Operator Logika
Digunakan untuk mengekpresikan satu atau lebih data (ekpresi) logika (boolean) sehingga menghalikan data logika bari (boolean). Tabel operator logika dengan hirarki dari atas ke bawah adalah sebagai berikut :



Operator logika Not menghasilkan nilai kebalikan dari suatu data logika dan mempunyai hirarki paling tinggi pada operator logika. Tetapi ingat operator logika hirarkinya lebih rendah dari operator penugasan, operator aritmatika, dan operator pembanding.


Array Pada Pemrograman Desktop

Array pada Visual Basic

Array adalah sekumpulan bariabel yang memiliki tipe data yang sama dan dinyatakan dengan nama yang sama. Array merupakan konsep yang penting dalam pemrograman, karena array memungkinkan untuk menyimpan data maupun refresensi objek dalam jumlah banyak dan terindeks. Lebih jelasnya array berguna untuk memudahkan mendeklarasikan variable.
contoh sederhana :
Dim nama1 As String
Dim nama2 As string
Dim nama3 As String
Dim nama4 As String

 Contoh :

syarat penulisan di atas harus sama type datanya, contoh di atas adalah tipe data string.
Array juga dapat di bagi keberapa jenis array
Buatlah Event pada Form Load dengan cara double klik pada form dan ketikan kode program berikut ini :

    Buatlah Event pada Form Load dengan cara double klik pada form dan ketikan kode program berikut ini :

kemudian klik ganda/ double klik pada Button dan ketikan kode program berikut ini:

Jalankan program dengan cara menekan F5 (di keyboad) atau klik strart pada visual basic .net. Dan hasilnya dapat dilihat seperti gambar di bawah ini:

Array Multi dimensi
Array multi dimensi mengacu pada jumlah subskrip digunakan untuk mengidentifikasi elemen individu. Dalam visual basic kita dapat menentukan hinga 32 dimensi. Array tidak memiliki ukuran tetap dalam Visual Basic.

untuk dapat memahami Array multi dimensi, mari kita coba langsung pada latihan. Buatlah program pada visual basic .net dengan desain form seperti gambar di bawah ini:

kemudian buatlah Event pada Form Load dengan cara double klik pada form dan ketikan kode program berikut ini :

kemudian klik ganda/ double klik pada Button dan ketikan kode program berikut ini:

Jalankan program dengan cara menekan F5 (di keyboad) atau klik strart pada visual basic .net. Dan hasilnya dapat dilihat seperti gambar di bawah ini:



Struktur Kontrol Perulangan


Pada kali ini saya akan menerangkan atau menjelaskan tentang mengenai LOOPING(PERULANGAN PADA VB). Pertama saya akan membahas Perulangan (Loop),& bentuk umum perulangan pada VB kali ini. kedua yaitu contoh program sederhana yang  saya pelajari pada praktikum minggu yang lalu. Langsung saja kita mulai cara” LOOPING beserta coodinganya:

A. Perulangan (LOOP)
            Perulangan (Visual Basic)  menurut saya adalah  mengulang statement atau cara-cara yang diperintahkan pada VB
Bentuk umum perulangan pada VB :
Ø  Do While : berulang selama data bernilai “True” dan berhenti bila “False”.
Ø  Do Until : berulang bila bernilai “False” dan berhenti ketika bernilai”True”.
Ø  For Next : berulang otomatis tanpa memasukkan/mengetkan rumus aritmatika.

B. Contoh - Contoh Program Loopin
            kali ini saya akan membuat program perulangan yg akan diulang adalah statementnya.
berikut langkah-langkah nya :

Ø  Bukalah aplikasi Visual Basic 6.0
Ø  Buatlah NEW PROJECT pada VB 6.0 sampai muncul kotak Form1.
Ø  Buatlah 1 buah List box & 5 buah Command Button pada Form
Ø  Ubahlah List Box dan Command Button pada menu properties :

v  List Box 1 > Kosongkan/abaikan juga tidak apa-apa
v  Command Button 1 > Ubah captionnya menjadi “For Next 1”.
v  Command Button 2 > Ubah captionnya menjadi “For Next 2”.
v  Command Button 1 > Ubah captionnya menjadi “Do While”.
v  Command Button 2 > Ubah captionnya menjadi “Do Until”.

v  Command Button 5 > Ubah captionnya menjadi “Clear”




Supaya agar jelas dijalankan dengan sesuai fungsinya, codingkan aplikasi sederhana tersebut dengan cara (double klik pada tombol Command Button 1) untuk Identitas perintah suatu “Commmand Button 1” ketik codingan di bawah berikut :
Private Sub Command1_Click()
Dim i As Integer
List1.Clear
For i = 1 To 20
List1.AddItem "angka " & i
Next i
End Sub

Private Sub Command2_Click()
List1.Clear
For i = 20 To 1 Step -2
List1.AddItem "angka " & i
Next i
End Sub

Private Sub Command3_Click()
List1.Clear
i = Asc("z")
Do While i >= Asc("a")


List1.AddItem "huruf " & Chr(i)
i = i - 1
Loop
End Sub

Private Sub Command4_Click()
List1.Clear
i = Asc("a")
Do Until i > Asc("z")
List1.AddItem "huruf " & Chr(i)
i = i + 1
Loop
End Sub

Private Sub Command5_Click()
List1.Clear
End Sub

Berikut hasil tampilaan programnya saat “Run”



Selanjutnya saya  akan membuat form ke-2 dengan langkah seperti biasa :
Ø  Klik kanan pada Project (Project1.vbp)
Ø  lalu klik Project 1 properties
Ø  Pada kolom StartUp Object ubah Form1 menjadi Form2. lalu klik Ok.

Jika sudah kita akan lanjut untuk pembuatan program kedua yaitu, Operasi Hitung Ganjil Genap. Dengan ketentuan yang harus digunakan dalam toolbox adalah 1 buah List Box, 1 buah Text Box , dan 3 buah Command Button. Langsung saja kita mulai :


Buatlah 1 buah List Box, 1 buah text Box, dan 3 buah Command Button
Ubahlah TextBox dan Command Button pada bagian properties:

v  ListBox 1 > kosongksn/ abaikan
v  TextBox 1 Kosongkan  textnya.
v  Command Button 1 > Ganti captionnya menjadi “Ganjil”.
v  Command Button 2 > Ganti captionnya menjadi “Genap”.
v  Command Button 3 > Ganti captionnya menjadi “Clear”.
berikut tampilan skematiknya:

Lalu codingkan aplikasi tersebut agar bisa dijalankan sesuai fungsinya. (double klik pada tombol Command Button 1) untuk Identitas “Commmand Button 1” ketik :
Private Sub Command1_Click()
List1.Clear
For i = 1 To 20 Step 2
List1.AddItem "angka " & i
Next i
End Sub

Private Sub Command2_Click()
List1.Clear
For i = 2 To 20 Step 2
List1.AddItem "angka " & i
Next i
End Sub


Private Sub Command3_Click()
List1.Clear
Text1.Text = Clear

Tampilan saat “Run”


SEKIAN CARA-CARA PERULANGAN VISUAL BASIC DARI SAYA.TERIMAKASIH ~


Konversi Data

Pengertian Konversi Data

Konversi Data adalah mengadaptasi data pada sebuah program agar dapat di operasikan karna tidak semua format data sesuai dengan sebuah program tertentu. Adapun dalam konversi data pertama-tama dalam suatu perhitungan DATA TRANSFER, perhitungan bits atau byte adalah sebagai berikut :
* 1 MB = 1,000,000 bits
* 1 kb = 1,000 bits
* dsb
Sedangkan dalam perhitungan DATA STORAGE maka perhitungannya adalah sebagai berikut :
* 1 byte = 8 bits
* 1 kilobyte (K / Kb) = 2^10 bytes = 1,024 bytes
* 1 megabyte (M / MB) = 2^20 bytes = 1,048,576 bytes
* 1 gigabyte (G / GB) = 2^30 bytes = 1,073,741,824 bytes
* 1 terabyte (T / TB) = 2^40 bytes = 1,099,511,627,776 bytes
* 1 petabyte (P / PB) = 2^50 bytes = 1,125,899,906,842,624 bytes
* 1 exabyte (E / EB) = 2^60 bytes = 1,152,921,504,606,846,976 bytes
Konversi Data Transmission :
Didalam komunikasi data, satu kilobit adalah sama dengan seribu bit, atau 1000 bit. Ini adalah sudah secara umum untuk mengukur keseluruhan dari data yg di transfer dalam 1 detik antara dua telecommunication point. Beberapa sumber mengartikan bahwa satu kilobit adalah sama dengan 1024 bit. Nah, disini perbedaannya, meskipun bit adalah bagian dari binari number system, bit didalam komunikasi data mempunyai ciri khas tersendiri. Oleh karena itu bit dalam hal ini mempergunakan satuan DESIMAL dan bukan BINER.
Sebagai contoh, 64 kilobit per detik adalah SAMA DENGAN 64000 bit perdetik dan BUKAN berarti 64 * 1024 = 65536 bps. MRTG, dalam hal ini perhitungannya adalah memakai angka BINER, oleh karena itu jika dihitung dalam DESIMAL maka akan terjadi selisih. Sebagai contoh, jika 64000 bps dihitung dalam BINER maka hasilnya adalah sama dengan :
64000 bits = 8000 bytes = 62.5 kilobits
karena 64000/1024 = 62.5
contoh yang lain :
32000 bits = 4000 bytes = 31.25 kilobits
96000 bits = 12000 bytes = 93.75 kilobits
128000 bits = 16000 bytes = 125 kilobits
320000 bits = 40000 bytes = 312.5 kilobits
dsb .. dsb
Dalam jaringan komputer, biasanya Byte dan bit dipakai utk menggambarkan kecepatan transfer/download data. Satuan KBps (KiloByte/second) dipakai jika data di sini secara umum memakai Byte untuk satuannya (contohnya seperti protokol-protokol yang ada pada level aplikasi seperti http,ftp,smtp,dsb). Sedangkan kbps (kilobit/second) dipakai jika data yang ditransfer memakai bit untuk satuannya (contohnya adalah protokol-protokol layer 2 ke bawah seperti ethernet yang mentransfer data dalam frame-frame). Sedangkan saat kita mendownload sebuah file, maka browser akan memperlihatkan (misal) 3 KB/s (karena browser terkoneksi dengan protokol http/ftp).
Manusia menggunakan komputer untuk membuat, memanipulasi ataupun menyimpan berbagai macam informasi seperti angka, huruf, kalimat, gambar, suara dan juga video. Informasi ini disimpan dalam komputer dalam sebuah format digital (lebih sering kita sebut dengan ‘data digital’).
Data yang tersimpan dalam komputer tersebut sebenarnya merupakan kumpulan dari angka 0 dan 1. Kumpulan angka 1 dan 0 inilah yang sering diterjemahkan sebagai ‘bit’ dari data biner. Jika didalam kehidupan sehari-hari kita dapat menentukan kecepatan sebuah kendaraan entah itu motor ataupun mobil, begitu pula dengan ketika terjadinya transfer data dalam jaringan komputer. Beberapa satuan standar transfer data yang sering dipergunakan dalam jaringan komputer adalah :
Bit:
Bit adalah ukuran terkecil data dalam sebuah komputer. Bit biasanya hanyalah merupakan pilihan antara 0 dan 1. Dimana 0 biasanya berarti ‘Off’ dan 1 berarti ‘On’. Pada akhirnya komputer akan mengkombinasikan kedua pilihan tersebut menjadi format digital yang lebih kompleks untuk merepresentasikan data.
bps:
bit per second. Jumlah bit yang ditransfer dalam satu detik.
kbps:
kilo bits per second. Jumlah kilobits yang ditransfer dalam satu detik.
1 kbps = 1 x 10^3 bit/second = 1000 bit/second.
Byte:
Byte adalah merupakan kumpulan beberapa bit (1 Byte = 8 bit). Byte biasanya merepresentasikan sebuah karakter (Misalkan seperti A, ?, -, dll). Karakter ini bisa berupa huruf, angka ataupun simbol tertentu.
Bps:
Byte per second. Jumlah byte yang ditransfer dalam satu detik.
KBps:
Kilo Byte per second. Jumlah KiloByte yang ditransfer dalam satu detik.
1 KBps = 1 x 2^10 byte/second = 1,024 byte/second
bit mempergunakan satuan desimal oleh sebab itu :
1 kilobit = 1 x 10^3 bit = 1000 bit
sedangkan byte mempergunakan satuan biner, oleh sebab itu :
1 KiloByte = 1 x 2^10 = 1024 Byte.
Contoh perhitungan Byte dan Bit.
Misalkan anda memiliki sebuah file yang terdiri dari 100.000 kata dan anda ingin tahu berapa lama kita bisa mendownload file tersebut melalui internet yang memiliki koneksi 64000 bps atau 64kbps.
* Asumsikan dalam setiap kata terdiri dari 5 huruf/karakter.
Berarti jika ada 100.000 kata, maka anda memiliki 500.000
huruf/karakter
* Setiap karakter terdiri dari 1 Byte, berarti anda memiliki
500.000 Byte
* Setiap Byte terdiri dari 8 bit, berarti 500.000 Byte yang anda
miliki bernilai 500.000 x 8 = 4.000.000 bit
* Selanjutnya 4.000.000 bit yang anda miliki dibagi dengan 64000 = 62.5 detik
* Artinya waktu anda untuk mendownload file yang memiliki 100.000
kata kurang lebih 62.5 detik dengan kecepatan akses 64000 bps
Kesimpulan :
Konversi Data adalah mengadaptasi data pada sebuah program agar dapat di operasikan karna tidak semua format data sesuai dengan sebuah program tertentu. Bit adalah ukuran terkecil data dalam sebuah komputer. Bit biasanya hanyalah merupakan pilihan antara 0 dan 1. Dimana 0 biasanya berarti ‘Off’ dan 1 berarti ‘On’. Pada akhirnya komputer akan mengkombinasikan kedua pilihan tersebut menjadi format digital yang lebih kompleks untuk merepresentasikan data. Byte adalah merupakan kumpulan beberapa bit (1 Byte = 8 bit). Byte biasanya merepresentasikan sebuah karakter (Misalkan seperti A, ?, -, dll). Karakter ini bisa berupa huruf, angka ataupun simbol tertentu.